SPANDUK Rp. 6.500,-/m Hub: 021-70161620, 021-70103606

Hikayat Negeri Para Pembohong

| | |
SUATU hari ada seorang raja dari sebuah negeri entah berantah merasa sangat gelisah karena mendengar rakyatnya saat ini suka sekali berbohong.

Untuk membuktikan kebenaran kabar itu sang raja kemudian menyamar jadi orang biasa. Ia datang ke tempat-tempat umum, dimana rakyatnya biasa melalaikan kegiatan sehari-hari.

Waktu sampai di sebuah pasar, para pedagang dan pembeli didapatinya sedang bertengkar gara-gara harga sebuah jenis sayuran yang mendadak naik harganya.

Kabar mengenai naiknya hargajenis sayuran ini memang sangat simpang siur, sehingga untuk sementara waktu rakyat mungkin tidak bisa mengonsumsinya karena harganya yang kian tidak terjangkau. Dari pasar, raja mendatangi penjara untuk melihat kondisi para narapidana. Kepadanya sipir penjara bercerita bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap para napi.

Raja mendapat cerita, koruptor, mafia pajak, copet, pemerkosa, garong, dan maling jemuran semua ditempatkan di sel yang sama.

Menu makannya juga sama. Tidak ada perlakuan istimewa atau tahanan eksekutif yang memakai penghangat atau pendingin ruangan, televisi, kulkas, handphone, pesta narkoba, atau bisa nengok anak dan istri di rumah, atau bahkan plesiran ke luar negeri. Sang raja semakin bingung, cerita para sipir penjara dirasakannya bertolak belakang dan berbeda sekali dengan apa yang dia dengar selama ini.

Dengan berjalan kaki raja kemudian masuk ke sebuah desa yang dia dengar penduduknya hidup melarat, sehingga harus makan tiwul beracun dan akibatnya banyak sekali yang tewas.

Raja juga mendengar bahwa anak-anak di desa itu makan makanan sisa dari tempat pembuangan sampah dan buah-buahan busuk bercampur be-latung.

Tapi pejabat desa yang ditemuinya bercerita bahwa desanya makmur, penduduknya subur, sehat, dan gemuk-gemuk. Tidak ada yang kurang gizi. Tidak ada yang perutnya buncit akibat busung lapar.

Raja bertambah bingung, lalu dengan ongkos sendiri dan tanpa pengawalan, raja naik pesawat mengunjungi dua ne-gara berbentuk monarki (yang satu monarki konstitusional, dan satunya lagi monarki absolut). Soalnya raja juga mendengar rakyatnya yang jadi tenaga kerja di dua kerajaan itu hidup menderita dan sering dibunuh oleh para majikannya.

Ketika sampai raja mendapat cerita bahwa rakyatnya yang menjadi tenaga kerja di kedua kerajaan itu semuanya hidup sukses, bisa menyumbang devisa dan disebut pahlawan devisa. Tidak benar banyak yang disiksa atau mati dibunuh oleh majikannya.

Makin bingunglah sang raja. Mana yang benar, apakah selama ini para pembantuku berbohong padaku, bisiksang raja dalam hati. Kenapa para punggawa, para pejabat hukum, dan para pejabat keamanan selalu mengatakan semua aman, tidak kurang sesuatu apapun yang berkaitan dengan hajat hidup rakyatku.

Raja merasa kecewa, semua anak buahnya temyata hanya membuat laporan palsu untuk menyenangkan hatinya. Karena itu dengan marah ia bertekad akan segera melakukan perubahan posisi para pembantunya dan menggeser mereka yang tidak becus bekerja.

Waktu sampai di tanah airnya kembali, setelah melakukan penyamaran di dua kerajaan itu. raja naik taksi dari Bandara.

Oleh sang sopir raja dibawa berputar-putar keliling kota sampai berjam-jam lamanya. Sang sopir nakal tersebut sengaja melakukan hal itu supaya mendapat bayaran yang tinggi untuk mengejar setoran.

Raja yang merasa dipermainkan kemudian protes dan mengatakan sang sopir berbohong karena tidak melewati arah terdekat yang seharusnya dilewati.

Tanpa mengetahui bahwa penumpang yang duduk di belakangnya itu adalah rajanya sendiri, sang sopir seenaknya membalas

"Biasalah Bung, semua orang di sini berbohong, mencontoh raja kami." katanya nyerocos. **<

sumber http://bataviase.co.id/node/532311

0 komentar:

populer

Layak dibaca

IKUT TAMPIL....... BOLEH....?