SPANDUK Rp. 6.500,-/m Hub: 021-70161620, 021-70103606

Kisah Gong Nekara Asal China di Selayar

| | | 0 komentar
Sebuah gong nekara atau disebut the bronzen drum yang diyakini merupakan gong terbesar dan tertua di dunia, peninggalan China yang berada di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan sekitar 2.000 tahun silam, diyakini memiliki kekuatan gaib.

Cerita Toa (65), seorang penjaga gong, kehadiran peninggalan kebudayaan zaman perunggu berawal dari seorang warga China yang sedang berlayar di sekitar perairan Kepulauan Selayar. Entah mengapa kapal yang berasal dari Dong Son itu lalu terdampar. "Tidak ada yang mengetahui secara pasti mengapa kapal China bisa terdampar," ujarnya.

Namun dari cerita nenek moyang, gong yang memiliki tiga fungsi pada masa kerajaan Putabangun yakni fungsi keagamaan, sosial budaya dan politik tersebut ditemukan pertama kali oleh salah seorang penggarap kebun bernama Pao pada tahun 1969 silam.

Barang itu ditemukan di dalam tanah dengan kedalaman 2-3 meter di Papam Laheo, Lingkungan Bontosaile. "Ketika itu Pao hendak menanam kelapa, namun setelah galiannya mencapai 2 meter, linggis yang digunakan Pao mengenai sebagian badan gong hingga berbunyi," ungkap Toa sembari membersihkan debu yang menempel di gong nekara itu.

Para ahli sejarah menafsirkan, gong nekara itu merupakan peninggalan zaman perunggu. Kesimpulan itu diambil, setelah para sejarawan melakukan penelitian dan menemukan gong tersebut terbuat dari perunggu yang bentuknya menyerupai dandang terbalik, dengan luas lingkaran permukaan sebesar 396 cm persegi, luas lingkaran pinggang 340 cm persegi, dan tinggi 95 cm persegi.

Keunikan yang dimiliki gong yang dikenal sakral itu adalah adanya gambar bermotif flora dan fauna terdiri dari gajah 16 ekor, burung 54 ekor, pohon sirih 11 buah dan ikan 18 ekor. Sementara dipermukaan gong bagian atas terdapat 4 ekor arca berbentuk kodok dengan panjang 20 cm dan di samping terdapat 4 daun telinga yang berfungsi sebagian pegangan.

Pada bidang pukul terdapat hiasan geometris, demikian pula pada bagian tengah gong terdapat garis pola bintang berbentuk 16. Nekara secara vertikal terdiri atas susunan kaki berbentuk bundar seperti silinder, badan dan bahu berbentuk cembung.

Keberadaan gong nekara yang memiliki nilai seni tinggi ini sempat mendorong oknum tak bertanggung jawab mencuri salah satu arca kodok. Namun setelah sekian tahun dicari, akhirnya arca kodok tersebut berhasil ditemukan di Jakarta. Akibat kejadian itu, pemerintah provinsi berinisatif membuatkan rumah sebagai pelindung.


K23-11
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2011/05/18/09432154/Kisah.Gong.Nekara.Asal.China.di.Selayar

Sejarah Singkat AK-47 Senjata paling mematikan didunia

| | | 2 komentar
Ketika para tentara koalisi Irak yang dilatih oleh tentara Amerika dipersenjatai senjata buatan Amerika seperti M-16 dan M-4, mereka menolak! Para prajurit Irak ini kekeh bahwa mereka hanya mau menggunakan senjata buatan Uni Soviet Kalashnikov atau yang lebih dikenal dengan sebutan AK-47.

Buat teman-teman cowok yang sering main game perang2an seperti Counter Strike atau yang hobi main Airsoft Gun, pasti sangat familiar dengan senjata yang satu ini. AK-47 memang merupakan senjata otomatis paling terkenal di dunia! Dan fakta ini jelas tidak terbantahkan. Walau hingga saat ini AK-47 banyak mengalami modifikasi dan varian, tapi secara keseluruhan AK-47 tidak mengalami banyak perubahan drastis pada konsep dasar teknisnya.

AK-47 digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pasukan Taliban, tentara di banyak negara seperti Hongaria, Cina, Afrika, pasukan macan tamil di Sri Lanka, hingga anggota mafia atau pengedar ganja di Amerika Selatan. AK-47 bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 250.000 manusia di seluruh dunia tiap tahunnya. AK-47 sejak lama memang dikenal sebagai sebuah senjata otomatis yang dapat sangat diandalkan. Bentuknya yang sederhana namun sangat tahan banting, kecepatannya untuk memuntahkan banyak peluru dalam hitungan detik, dan murahnya biaya untuk memproduksi senjata ini membuat AK-47 menjadi senjata favorit sepanjang di banyak lokasi konflik di dunia. Di beberapa tempat di dunia, bahkan harga sebuah AK-47 lebih murah dari pada harga seekor ayam hidup!

Lahirnya Senjata Terhebat

Sejarah penciptaan AK-47 bermula pada tahun 1941. Pada akhir september 1941 tentara Jerman memasuki kota di Uni Soviet (sekarang Rusia, red) bernama Bryansk dan menghancurkan hampir 80 % infrastruktur kota serta membunuh tidak kurang dari 80.000 orang. Seorang prajurit lokal bernama Mikhail Kalashnikov yang ketika itu berusia 21 tahun harus dirawat di rumah sakit karena tank-nya terkena tembakan artileri dari pasukan Jerman. Selama dirawat di rumah sakit Mikhail Kalashnikov terobsesi untuk membuat sebuah senjata yang dapat mengusir pasukan Jerman dari kampung halamannya.

Akhirnya pada tahun 1947 Avtomat Kalashnikov (AK-47) diperbolehkan untuk pertama kalinya untuk diproduksi secara massal. Walaupun AK-47 datang agak terlambat untuk terlibat dalam aksi perang dunia kedua tapi Uni Soviet paham betul bahwa AK-47 dapat menjadi senjata paling penting di dunia modern sehingga mereka bekerja sangat keras untuk menyembunyikan keberadaan AK-47 dari dunia barat. Tentara Soviet membawa AK-47 mereka yang ditutupi dengan tas khusus dan mereka bahkan memunguti selongsong peluru mereka untuk menyembunyikan senjata baru mereka.

Akhir tahun ‘50-an Uni Soviet mulai menggunakan AK-47 untuk menyebarkan pengaruh komunisme ke seluruh dunia. Dibandingkan dengan senjata buatan Amerika M-15, M-14 dan M16, AK-47 terbukti lebih superior. AK-47 terbukti lebih tahan banting dan mampu bekerja dengan sangat baik di berbagai kondisi. Hal ini sangat menguntungkan bagi daerah2 yang tidak memiliki fasilitas perbaikan senjata. Uni Soviet memberikan lisensi gratis kepada negara-negara kiri seperti Bulgaria, Cina, Jerman Timur, Honggaria, Korea Utara, Polandia, dan Yugoslavia. Para ahli senjata Amerika ketika itu tidak melihat keunggulan AK-47 dan terus mengandalkan kepada senjata seperti M-1 dimana senjata ini memiliki peran yang begitu besar terhadap kemenangan sekutu di perang dunia kedua. Tapi M-1 terlalu berat dan hanya memiliki delapan putaran pada magazine-nya serta bukan merupakan senjata otomatis.

Reputasi AK-47

Baru di perang Vietnam tentara Amerika menghadapi langsung AK-47 di medan perang. Pasukan Amerika akhirnya harus membayar kegagalan pemerintah mereka dalam menyadari kekuatan dari senjata sederhana Avtomat Kalashnikov. Disamping segala keunggulan fasilitas tempur yang dimiliki pasukan Amerika mereka memiliki satu kelemahan yaitu mereka tidak memiliki sebuah senjata infantri yang mampu menandingi keunggulan AK-47. Perang Vietnam merupakan perang infantri sejati yang tentunya banyak menempatkan kedua belah pihak di sebuah kondisi konfrontasi satu lawan satu. Pihak yang mampu mengeluarkan jumlah peluru lebih banyak dan lebih cepat adalah pemenang.

Setelah beberapa tahun perdebatan berlangsung, Tentara Amerika akhirnya mengeluarkan senjata otomatisnya yang keren dan canggih M-16. Pada musim panas 1966 lebih dari 100.000 M-16 dipesan dan segera dikirim ke perang di Asia. Namun pada bulan oktober pada tahun yang sama laporan mulai bermunculan. M-16 dilaporkan “jamming” atau tidak lancar dalam mengeluarkan peluru. Banyak pasukan Amerika yang ditemukan meninggal dengan senjata mereka dalam kondisi tidak berfungsi. Moral pasukan Amerika pun turun karena mereka tidak percaya dengan senjata yang mereka miliki. Bahkan ironisnya tentara Amerika selalu mengambil Ak-47 dari tentara Vietnam yang tertembak dan menggantikan M-16 mereka.

Apabila perang Vietnam memberikan reputasi tertinggi kepada AK-47 maka pada perang Afghanistan di pertengahan tahun ‘80-an memulai penyebaran AK-47 ke seluruh dunia ketika kerajaan Uni Soviet mulai jatuh. Secara strategis, invasi Soviet di Afghanistan terlihat sukses. Kurang dari 70 prajurit Soviet meninggal dunia dan kebanyakan dari mereka bukan merupakan korban dari pertempuran langsung. Para ahli perang Soviet mengantisipasi invasi mereka hanya berlangsung kurang dari 3 tahun. Suatu strategi yang terdengar realistis mengingat pasukan Afghanistan tidak dilengkapi persenjataan modern.

Tapi itu semua berubah ketika Amerika melalui CIA mulai membantu secara intensif pasukan Afghanistan melalui Pakistan. Dan ironisnya, CIA menyalurkan ratusan ribu senjata AK-47 yang kebanyakan datang dari Cina kepada pasukan Afghanistan. Alasan CIA menyalurkan AK-47 daripada senjata buatan Amerika adalah karena AK-47 dapat diandalkan, harga yang murah, dan ketersediaannya yang sangat mudah dicari. Lebih jauh keberadaan senjata buatan Soviet di tangan para mujaheddin ini tidak mudah untuk ditelusuri jejaknya sehingga Pemerintah Amerika akan lebih mudah mengelak dari keterlibatan mereka.

Bertahun-tahun kemudian pada sebuah testimoni di depan kongres, CIA mengakui bahwa pada tahun 1984 diperkirakan pasokan AK-47 senilai $200 juta telah dikirimkan ke Afghanistan dan hingga 1988 jumlah tersebut mencapai $2 Milyar.

Setelah kehancuran Uni Soviet penyebaran AK-47 benar-benar di luar kendali. Di beberapa belahan dunia seperti Afghanistan, Pakistan, Liberia, Rwanda, AK-47 menjadi semacam simbol kebudayaan. Di negara-negara sangat miskin di benua Afrika dimana perang antar suku terjadi dimana-mana. Keberadaan AK-47 dianggap sebagai alasan konflik-konflik yang terjadi di Afrika menjadi lebih lama dimana seharusnya mereka dapat diselesaikan lebih cepat. AK-47 bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakan Afrika dan di beberapa lokasi AK-47 dinamakan sebagai “African credit card” dimana “you could not leave home without it.”

Di Amerika Latin AK-47 berada di tangan para pengedar obat terlarang dan pemberontak anti pemerintah. Sebagaimana CIA mengirim AK-47 ke Afghanistan, CIA juga melakukan hal yang sama di Nicaragua pada awal tahun 1980-an untuk melawan pemberontak Sandinistas yang didukung oleh Uni Soviet. Bahkan beberapa waktu yang lalu presiden kontroversial dari Venezuela, Hugo Chavez, mengumumkan bahwa pemerintahnya akan membeli 100.000 AK-47 dari Rusia dan berencana untuk membangun pabrik pembuatan senjata tersebut. Apabila itu terjadi maka Venezuela menjadi negara di atmosphere dunia barat yang memproduksi AK-47.

Dan seperti yang sudah disebutkan di atas, AK-47 juga menjadi pilihan nomor satu di Irak. Walau pada tahun 1991 pasukan sekutu menghancurkan hampir semua fasilitas persenjataan di Irak namun pemerintah Saddam Hussein mampu menyimpan beberapa senjata ringannya termasuk AK-47. Ketika pasukan Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003, para ahli perang tidak memperhitungkan keberadaan senjata ini. Namun kenyataannya keberadaan AK-47 cukup mampu meletakkan para tentara Amerika di posisi yang berbahaya dimana AK-47 tersebar di antara penduduk sipil dan para pemberontak atau milisi.

Sekarang di usianya yang ke-85, Mikhail Kalashnikov, yang sudah nyaris tuli serta kehilangan kontrol terhadap tangan kanannya, sering dihantui oleh mesin pembunuh ciptaannya. Di Irak, Sierra Leone, Sudan, dan tempat-tempat lainnya di dunia, terjadi perang dan konflik di daerah perkotaan dimana para pemberontak berhadapan dengan pasukan yang lebih terlatih. Tapi senjata yang lebih canggih dan mahal terlihat bukan tandingan untuk para pemberontak dengan AK-47 yang tidak perlu latihan berlebihan dan mengetahui medan lebih baik. AK 47 sendiri telah mendapatkan pengakuan “selebritis.” Pada tahun 2004 majalah Playboy memasukkan AK-47 sebagai salah satu dari 50 produk yang mengubah dunia di bawah Laptop Apple, pil KB, dan Video Betamax dari Sony. Sementara penyanyi rap seperti Ice Cube dan Eminem menyebutkan AK 47 dalam lirik lagu mereka.

Terlepas dari kesuksesannya menciptakan AK-47, Mikhail Kalashnikov tidak memperoleh royalti sepeser pun. Namun Ia baru saja mengeluarkan merek Vodka dengan namanya yang menjadi hit di Eropa dan Timur Tengah, dan akan memasuki pasar Amerika tahun depan. Ketika diinterview oleh majalah Guardian, Mikhail Kalashnikov berkata, “Saya hanya menciptakannya untuk melindungi tanah kelahiran saya. Saya tidak memiliki penyesalan dan tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan politisi.” Lebih lanjut Kalashnikov berkata, “Sekarang saya berharap andai saja saya dulu menciptakan mesin pemotong rumput.”

SUMBER http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=106471

Pabrik Mesin Tik Terakhir di Dunia Ditutup

| | | 0 komentar
Mesin tik manual yang sempat populer di abad ke 20 segera punah. Pasalnya, satu-satunya pabrik pembuat mesin tik terakhir di dunia telah memutuskan untuk menghentikan produksinya.

Dilansir dari laman PC Mag, Selasa, 26 April 2011, pabrik terakhir pembuat mesin tik Godrej & Boyce di Mumbai, India, memutuskan untuk menghentikan produksinya sejak mesin ini tergerus oleh kecanggihan teknologi komputer.

"Sejak awal tahun 2000 ke atas, komputer mulai mendominasi. Semua pabrik mesin tik berhenti berproduksi, kecuali kami. Sampai 2009, kami masih memproduksi 10.000 sampai 12.000 mesin tik per tahunnya," ujar manajer operasi Godrej & Boyce, Milind Dukle.

Jumlah itu terlalu sedikit dan memaksa perusahaan itu berhenti memproduksi mesin tik.

Ketika dibuka pada 1950, perusahaan ini memproduksi lebih dari 50.000 mesin tik per tahunnya. Pada 2009, perusahaan ini menghentikan produksi mesin tik alfabet dan menggantinya dengan produksi mesin tik berbahasa Arab.

Mesin tik pertama dikenal dengan nama 'bola ketik' diproduksi di Eropa pada tahun 1870. Perusahaan Remington mulai memproduksi masal mesin tik yang telah dikembangkan tiga tahun kemudian dengan format QWERTY yang masih berlaku sampai sekarang.

Sampai awal 1900an, mesin tik muncul dalam berbagai variasi. Namun pada 1910, semua mesin tik mengikuti standardisasi yang telah ditetapkan secara global, diantaranya adalah peletakan tombol shift dan tombol simbol.

www.vivanews.com
http://dunia.vivanews.com/news/read/217031-pabrik-mesin-tik-terakhir-di-dunia-ditutup
Dipublikasikan : Rabu, 27 April 2011, 15:55 WIB
©VIVAnews.com

UGM Temukan Keramik China Abad IX di Dieng

| | | 0 komentar
Mahasiswa Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada, menemukan sejumlah benda bersejarah di kompleks Candi Dieng, antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Benda bersejarah yang ditemukan saat penelitian pada tanggal 2-11 Juni 2010 lalu berupa pecahan keramik China berasal dari Dinasti Tang pada abad IX dan pecahan kaca asal Persia.

Penemuan benda ini semakin melengkapi bukti-bukti sejarah masa kerajaan Mataram Kuno terdapat jalur perdagangan yang menghubungkan China dan Timur Tengah yang melewati Indonesia.

Penemuan ini bahkan menjadi yang pertama kali dan sangat signifikan atas data tentang sisi perekonomian di kerajaan Mataram Kuno. Selama ini, data yang ada hanya dalam hal pengembangan agama dan kerajaan.

"Kami melakukan penggalian dan identifikasi dua kotak di kompleks Candi Dieng, tepatnya di dekat tangga masuk Museum Kailasa dan sumur tua di dekatnya," kata Ketua Tim Lapangan Penelitian, Dr. Mahirta, dilansir laman UGM, 12 Juni 2010.

"Penggalian dilakukan di permukaan tanah yang belum teraduk dan belum mengalami transformasi. Dari penggalian inilah kami menemukan sejumlah benda bersejarah, mulai dari pecahan keramik yang mirip dengan penemuan keramik China pada kapal yang karam di Belitung, gacuk yang merupakan uang-uangan dari gerabah yang dihaluskan, kaca kuno dari Persia, serta arang yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui umur benda bersejarah."

Puluhan pecahan keramik berwarna cokat dan kuning, menurut staf pengajar Arkeologi UGM ini, dibuat di sentra kerajinan gerabah Ding di China Utara pada masa Dinasti Tang. Bukti ini dapat dipastikan karena setiap sentra kerajinan gerabah di Cina memiliki seni tersendiri.

Sementara dari analisis elemen kaca kuno yang juga ditemukan, disimpulkan benda tersebut berasal dari Persia karena warnanya yang khas biru dan hijau. Pecahan kaca kuno ini merupakan temuan yang umurnya tertua. "Nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi karena membuktikan jalur perdagangan Timur Tengah pada abad IX lewat jalur sutra mulai dari India, Selat Malaka, Pantai Timur Sumatra, Pantai Utara Jawa hingga Maluku. Pada masa itu, para pedagang mengambil rempah-rempah dari Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, arkeolog dari National University of Singapore, Prof. John Norman Miksick, menjelaskan sampai saat ini data tentang perdagangan darat pada abad IX masih sangat minim. Kebanyakan bukti sejarah lebih berupa temuan dan penelitian dari dasar laut yang berasal dari kapal karam. "Baru 15 tahun terakhir, banyak ditemukan bukti-bukti sejarah baru dari daratan, salah satunya dari penemuan di Dieng ini," ujarnya.

Menurut Miksick, upaya penemuan sejumlah benda bersejarah selama ini, khususnya keramik Dinasti Tang, telah dilakukan melalui berbagai penggalian. Namun, temuan yang didapat justru dengan tidak disengaja sehingga sulit dicari data yang akurat karena banyak peneliti lebih fokus pada penggalian situs lain. Akibatnya, temuan keramik semacam itu pada akhirnya dianggap tidak penting dan hanya dipakai sebagai data sekunder padahal temuan keramik Dinasti Tang di daratan sesungguhnya dapat melengkapi bukti sejarah yang ada saat ini.

Pola penyebaran keramik dapat menjelaskan jalur perdagangan pada abad itu bahwa perdagangan tidak hanya terjadi lewat laut, tetapi juga sampai ke pedalaman. "Penemuan ini bisa punya arti penting terhadap sejarah di Asia dan Timur Tengah," ujarnya.

Ketua Jurusan Arkeologi FIB UGM, Prof. Dr. Inayati Adrisiyanti, menambahkan lokasi Dieng selama ini hanya dikenal sebagai situs candi. Namun, dengan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa di kawasan tersebut pada abad IX telah ada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Kawasan itu ternyata tidak hanya menjadi tempat peribadatan, namun juga aktivitas perdagangan pada abad IX. Temuan ini melengkapi data sejarah karena selama ini peneliti lebih banyak menemukan bukti sejarah yang umurnya jauh lebih muda sekitar abad XI hingga XIII." (hs)

www.vivanews.com
http://nasional.vivanews.com/news/read/157416-keramik-china-abad-ix-ditemukan-di-dieng
Dipublikasikan : Senin, 14 Juni 2010, 07:53 WIB
©VIVAnews.com

populer

Layak dibaca

IKUT TAMPIL....... BOLEH....?