SPANDUK Rp. 6.500,-/m Hub: 021-70161620, 021-70103606

Kota Suku Indian Guatemala

| | | 0 komentar
Jika menyebut Piramida biasanya setiap orang pasti merujuk ke negara Mesir. Akan tetapi, tahukah Anda ternyata ada juga piramida yang berada di Amerika, tepatnya di Guatemala.

Bangunan ini tempat tinggal dan pemujaan sebagian Suku Indian. Berwisata ke Amerika Tengah cukup mengasyikkan. Pilihannya yang bisa dicoba adalah Guatemala. Selain wisata keliling ibu kota negara ini Guatemala City.

Jika kebetulan anda mengunjungi tempat ini pada hari minggu, di sebuah alun-alun yang cukup luas, dan sisi kanan kiri menjulang bangunan kuno yang antik, serta gereja tua yang indah. Pemandu menjelaskan, pada hari minggu ada semacam ”pasar kaget”, di mana banyak orang dari pedalaman pergi ke kota untuk menjajakan barang dagangannya, yang berupa hasil bumi atau kerajinan, di samping mereka pergi ke gereja.

Kios-kios kaki lima ramai berdiri. Warung-warung makan dipadati pengunjung. Penjaja kerajinan seperti kain-kain khas Indian berjajar. Tukang obat ramai menawarkan obatnya dengan suara speaker yang nyaring dan diselingi sulapan ringan. Anak-anak penyemir sepatu, menawarkan jasanya ke setiap pengunjung. Dan tak ketinggalan juru potret amatiran menawarkan jasanya untuk mengambil gambar pengunjung dengan menggunakan kamera instan yang langsung jadi.

Dengan profesional, pemandu menjelaskan keberangkatan menuju taman nasional. Ada beberapa peraturan yang boleh dan tidak boleh, selama berada dalam taman. Dan pemandu berhenti membelakangi sebuah pohon. Mulai ceritera tentang pohon Ceiba, yang menjadi ”pohon nasional”-nya Negeri Guatemala. Ceritera panjang lebar tentang sejarah pohon itu, kegunaan dan sangat bermanfaat bagi Suku Indian.

Kompleks bangunan Candi atau piramida ini memang tidak mengelompok, tapi membuat semacam lapisan. Lapisan pertama untuk penjagaan, tempat tinggal hulubalang kepala suku, tempat tinggal kepala suku, tempat untuk bermusyawarah dan tempat untuk pemujaan dewa. Diperkirakan ada lebih 3.000 bangunan, termasuk beberapa ”candi” yang tinggi menjulang di atas kanopi hutan yang megah. Kompleks bangunan ini diperkirakan dibangun 1.500 tahun yang lalu dan ditempati lebih dari 100.000 Suku Indian Maya.

Ada sebuah tempat lapang yang sangat luas, yang menjadi pusat dari kompleks candi ini. Di ujung barat menjulang candi yang cukup tinggi. Di bagian bawah ada batu-batu tempat musyawarah kepala suku beserta istri dan penasihatnya. Sisi yang berhadapan terdapat bangunan yang menjulang tinggi tempat peribadatan, serta sisi kanan dari bangunan utama beberapa bangunan untuk rakyat yang menanti pertemuan atau upacara.

Seperti halnya bangunan peninggalan sejarah, candi dan piramida juga dimakan usia. Penggalian-penggalian yang dilakukan oleh ahli purbakala, dilakukan sejak awal abad ke-19, saat mereka memulai eksplorasi ke Amerika Tengah. Penggalian bukit-bukit kecil yang ditumbuhi pepohonan yang di bawahnya merupakan bangunan candi dan piramida dilakukan. Sedikit demi sedikit, bangunan demi bangunan di renovasi. Hingga saat ini hasil dapat dilihat dan dinikmati wisatawan baik dalam atau luar negeri.

Beberapa bangunan utama, hingga saat ini masih direnovasi, karena candi yang berbentuk piramida ini mengalami pengikisan oleh air hujan. Berbeda dengan Candi Borobudur atau Prambanan atau candi lain di Jawa yang terbuat dari batu hitam dan keras. Candi-candi orang Indian ini terbuat dari batu kapur atau cadas yang tidak sekokoh candi di Indonesia. Namun ada banyak bangunan yang sudah hancur dan ditumbuhi pohon yang menjulang tinggi yang belum tertangani.

Untuk mencapai pucak bangunan yang tertinggi yang sudah dapat didaki, memerlukan tenaga ekstra, karena harus menaiki anak tangga. Ada juga tangga buatan dari kayu untuk bisa sampai ke puncak tertinggi dari bangunan lain. Setelah sampai di puncak, barulah bisa melihat semua hutan dan kompleks bangunan lain di dalam hutan ini.

Pengelolaan yang terpadu peninggalan arkeologi ini yang berada dalam kawasan hutan, membuat Taman Nasional Tikal menjadikan kawasan dan telah dideklarasikan sebagai Peninggalan Kebudayaan dan Kehidupan Alam untuk umat manusia modern saat ini. Untuk itu kawasan ini oleh Unesco ditetapkan sebagai World Heritage Site. Areal kawasan ini meliputi Taman Nasional Tikal seluas 57.600 Ha, Hutan alam San Miguel 49.500 ha dan Cagar Biosfeer Maya seluas satu juta hektare. Semua cagar ini menempati lebih kurang 10 % dari total luas Negeri Guatemala.

Selain wisata budaya yang disuguhkan di Taman Nasional Tikal, kawasan ini juga menyuguhkan wisata minat khusus. Berbagai satwa mudah dijumpai seperti, howler monkey dan spider monkey. Berbagai jenis burung yang berwarna warni mudah ditemukan sepanjang jalan menuju candi dan piramida. Seperti burung betet atau macaw, parkit, taucan dan berbagai jenis burung lainnya yang diperkirtakan ada sekitar 333 jenis. Selain itu beberapa jenis kadal atau sebangsa iguana juga banyak dijumpai, dan menjadikan daya tarik bagi wisatawan minat khusus, selain menikmati megahnya peninggalan Suku Indian Maya juga melihat kekayaan alam yang terjaga.

365 Tewas dan 5.500 Cedera demi Revolusi

| | | 0 komentar
Penggulingan Hosni Mubarak dari kekuasaannya selama 30 tahun sebagai Presiden Mesir meminta "tumbal" sekitar 365 orang tewas dan 5.500 lainnya menderita cedera dari semua pelosok negeri itu.

"Jumlah orang yang meninggal dalam aksi-aksi itu sekitar 365 orang dan 5.500 lainnya dirawat karena menderita luka-luka," kata Menteri Kesehatan Mesir Sameh Farid dalam satu pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi MENA, Rabu (16/2/2011).

Farid mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan-laporan dari beberapa rumah sakit dan kantor-kantor kesehatan. Demonstrasi pecah pada 25 Januari yang menuntut pengunduran diri segera Mubarak dan menyerukan reformasi di bidang ekonomi dan politik.

Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan kemudian antara pendukung dan musuh Mubarak.

Pada 11 Februari, Mubarak menyerahkan kekuasaan kepada dewan militer, yang berjanji akan memuluskan jalan bagi reformasi demokratis. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, ratusan orang masih hilang setelah protes-protes itu.

"Ada ratusan orang ditahan, tetapi informasi tentang jumlah mereka masih belum lengkap. Angkatan Darat menahan sejumlah orang," kata Gamal Eid, pengacara yang memimpin Jaringan Arab bagi Informasi Hak Asasi Manusia.

Pergolakan yang mengakhiri kekuasaan Mubarak yang berlangsung 30 tahun menyebabkan pemogokan di sektor perbankan, transportasi, rawat kesehatan, perminyakan, pariwisata, tekstil, serta lembaga-lembaga media pemerintah dan negara.


Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/17/04035184/365.Tewas.dan.5.500.Cedera.demi.Revolusi

Perang China - Vietnam

| | | 0 komentar
Pada 1979, China menyerbu wilayah Vietnam. Konflik ini berlangsung selama sebulan.

Menurut stasiun berita BBC, invasi China ini untuk membalas aksi militer Vietnam yang telah membunuh dan melukai 300 tentara dan warga sipil mereka di perbatasan.

Hubungan Beijing dan Hanoi telah memanas sejak setahun sebelumnya, saat Vietnam menyerbu Kamboja yang merupakan sekutu dekat China .

Sejak saat itu, China telah mengerahkan tidak kurang dari 150 ribu pasukan ke perbatasan Vietnam guna memaksa Hanoi menarik tentaranya dari Kamboja

Hanya dalam hitungan hari, seluruh wilayah Vietnam utara jatuh ke tangan China. Hanoi, yang menyadari keunggulan militer Cina, memilih melakukan taktik gerilya daripada berhadapan langsung dengan pasukan Tirai Bambu tersebut.

Setelah hampir satu bulan menggelar operasi militer, pada 16 Maret 1979, China menarik tentaranya dari Vietnam. Invasi China ke Vietnam tersebut gagal memaksa Hanoi menarik tentaranya dari Kamboja. Vietnam tetap menempatkan tentaranya di Kamboja hingga 1989.

www.vivanews.com

Kebohongan Pria Ini Jadi Dasar AS Serbu Irak

| | | 0 komentar
Elin Yunita Kristanti, Denny Armandhanu

Pada tahun 2003, dengan alasan Irak memiliki senjata pemusnah massal, Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Irak. Ratusa ribu orang tewas, rezim Saddam Hussein pun runtuh.

Namun, kini terbongkar, bahwa dalih Amerika itu adalah hasil sebuah kebohongan yang dihembuskan seorang pembelot kepada Gedung Putih.

Seperti dilansir laman The Guardian, Selasa, 15 Februari 2011, pembelot itu bernama Rafid Ahmed Alwan al-Janabi. Di kalangan intelijen AS dan Jerman, dia dikenal dengan nama 'Curveball'.

Kepada The Guardian, Janabi mengaku melakukan hal itu karena membenci kediktatoran Saddam Hussein. Dia lalu memberikan informasi palsu kepada lembaga intelijen kedua negara bahwa Irak memiliki sejumlah truk senjata biologi pemusnah massal yang dapat berpindah-pindah.

“Saya tidak suka dengan rezim Saddam. Saya ingin memusnahkannya dan inilah kesempatan satu-satunya,” ujar Janabi.

'Informasi' dari Janabi ini lalu dijadikan pembenaran bagi dilancarkannya serangan militer AS ke beberapa kota di Irak pada Maret 2003.

Ketika itu, keterangan Janabi ini bahkan dijadikan rujukan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat kala itu, Colin Powell, dalam pidatonya di sidang PBB. Powell mengatakan dia mendapatkan informasi kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut dari sumber yang terpercaya.

“Saudara-saudara sekalian, setiap pernyataan yang saya buat hari ini didukung oleh sumber yang kuat. Ini tidak dibuat-buat. Apa yang kami paparkan adalah fakta dan kesimpulan yang didasarkan pada laporan intelijen yang solid,” ujar Powell.

Ternyata, ketika itu Powell tidak diberi tahu bahwa salah satu sumber dimaksud adalah Curveball--yang oleh Badan Intelijen Pertahanan AS telah dinyatakan mencurigakan dan tak kredibel.

Janabi sendiri mengaku, kebohongan dia telah terbongkar pada pertenghaan tahun 2000, ketika BND (badan intelijen Jerman) berbicara dengan mantan boss-nya di Komisi Industri Militer Irak, Dr. Bassil Latif. Kala itu, Latif sudah dengan keras membantah semua dongeng Janabi.

Ditemui Guardian di kediamannya di Jerman, negara yang memberikannya suaka, Janabi mengatakan tak menyesal telah menciptakan kebohongan yang berdampak luar biasa itu. Dia bersikeras tak ada cara lain untuk menjatuhkan rezim Saddam selain mengarang cerita tersebut.

“Ketika saya mendengar orang-orang terbunuh di Irak, saya sedih. Tapi coba berikan saya solusi lainnya. Dapatkah kalian memberikan saya solusi?” ujar Janabi. “Percayalah, tidak ada cara lain untuk membebaskan Irak. Tidak ada kemungkinan lain."

Lebih dari 100 ribu orang warga Irak tewas akibat agresi militer AS ke Irak. Saddam Husein tumbang pada April 2003 dan Saddam dihukum gantung atas tuduhan pembantaian warga di Dujail pada 1982. (sumber: Guardian, msnbc.com | kd)



www.vivanews.com
http://dunia.vivanews.com/news/read/204967-kebohongan-pria-ini-membuat-as-serang-irak

populer

Layak dibaca

IKUT TAMPIL....... BOLEH....?